Peran Seorang Suami Dalam Keluarga Kristen

Mengharagai sesorang dengan dibuktikan bahwa kita akan memberi kesempatan kepadanya untuk menentukan pilihannya sendiri, tidak mendikte ataupun bersikap dominan, biarpun pada orang yang akan kita bantu. Bila orang yang kita bantu mempercayakan segala sesuatu kerahasiaannya kepada kita, kita patut dan harus menghormati kepercayaan itu, tidak menyia-nyiakan dengan menceriterakan urusannya ataupun keadaannya kepada orang lain yang tak berkepentingan. Dari uraian di atas maka diakhir tulisan ini, penulis memberikan suatu kesimpulan bahwa Gereja Katolik secara hirarki selalu mendukung upaya-upaya untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga. Namun dukunga itu tetap mengacu pada doktrin dan ajaran moral gereja. Karena itu, cara-cara yang dilakukan gereja untuk mewujudkan keluarga sejahtera selalu bertitik tolak pada penghargaan atas kehidupan manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna.

Skandal korupsi yang menggegegerkan di zaman Yesus adalah korupsi di bait Allah. Para ahli mencoba mengaitkan kemarahan Yesus di sana pertama-tama http://edition.cnn.com/search/?text=christian karena di bait Allah ada korupsi besar-besaran. “Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: RumahKu adalah rumah doa. Lantas di mana letak korupsinya? Ada yang melihat bahwa Yesus mengkritik orang yang menjadikan tempat doa sebagai pasar. Tetapi sebetulnya ada yang lebih dalam yaitu: Yesus mengkritik skandal korupsi di bait Allah. Kalau kita mencermati kisahnya, di situ ada dua pasar yaitu pasar hewan dan pasar uang.

Selanjutnya Ia tinggal beserta mereka supaya seperti Ia sendiri mengasihi Gereja dan menyerahkan Diri untuknya, begitu pula suami-isteri dengan saling menyerahkan diri dan mengasihi dengan kesetiaan yang tak kunjung henti. Kasih sejati suami-isteri ditampung dalam cinta Ilahi, dan dibimbing serta diperkaya berkat daya penebusan Kristus serta kegiatan Gereja yang menyelamatkan, supaya suami-isteri secara nyata diantar menuju Allah, dan diteguhkan dalam tugas mereka yang luhur sebagai ayah dan ibu. Oleh karena itu, suami-isteri kristiani dikuatkan dan dikuduskan dengan sakramen yang khas untuk tugas kewajiban dan martabat status hidup mereka.

Dan saya mengerti, bahkan di dalam diri saya, ketika kita itu melakukan sesuatu yang begitu sangat meminta waktu di satu tempat, lalu kemudian mulai muncul guilty feeling. Saudara tidak usah bicara mengenai gereja dan keluarga, saudara lama di tempat pekerjaan pun ada guilty feeling terhadap keluarga. Kita berpikir untuk menyeimbangkan, saudara tidak akan pernah mungkin bisa menyeimbangkan sampai saudara mendapatkan core-nya. Mari kita perhatikan baik-baik Amsal 31:10-31. Amsal 31 menyatakan seorang istri yang bekerja. Masalahnya bukan di sana, tetapi bagaimana cara menyeimbangkannya? Saya tidak pernah mengatakan bahwa istri tidak boleh bekerja, hanya mengurus anakmu terus di rumah.

Terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan bentuk penindasan lain terhadap perempuan dalam lingkup RT, tidak membuat perempuan tinggal diam. Penindasan yang berlebihan membuat mereka berani menuntut sebuah perceraian melalui jalur pengadilan. 2. Jauhnya jarak antara tempat kerja dan tempat tinggal, membuat komunikasi suami-isteri semakin jarang terjadi. Biasanya perceraian yang diakibatkan oleh hal ini banyak terjadi di kota-kota besar. 3. Dalam konteks Indonesia, kemungkinan adanya perceraian bagi sebuah perkawinan menurut Islam, turut mempengaruhi bertambahnya angka perceraian. Antara hukum Gereja dan hukum negara yang berbicara tentang perkawinan, terdapat kesamaan dan perbedaan.